FENOMENA TURIS YANG TRAVELING DENGAN CARA MEMINTA-MINTA (BEGPACKER)
05 March 2018
Edit
Buat Kamu yang gak tau, begpacking adalah kegiatan bepergian semacam backpaker, namun menggunakan dana seminim mungkin.
Parahnya lagi, orang yang melakukan jalan-jalan tanpa modal ini merupakan warga dari negara maju, misalnya dari benua Eropa.
Mereka mengandalkan modal nekat agar bisa bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
1. Mengandalkan belas kasih

Sumber gambar: zafigo.com
Begpacking dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai modal cukup, namun memaksakan untuk bepergian.
Anehnya, mereka hidup dari belas kasih orang sekitar dengan cara mengemis.
Keberadaan sosial media membuat gerak gerik mereka semakin terdeteksi dan diamati oleh banyak warganet.
Tak jarang, ada juga yang meminta sumbangan melalui online agar bisa meneruskan perjalanannya ke tempat lain.
2. Asia menjadi tempat incaran

Sumber gambar: 11andmore.com
Para begpacking biasanya akan mengincar daerah benua Asia sebagai tempat persinggahan.
Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan karena banyak orang dari wilayah ini yang seolah
"mendewakan" mereka.
Semakin ironis ketika para begpacking ini memang mengincar daerah yang masyarakatnya berpendapatan rendah.
Banyak dari mereka yang biasanya menolong dan memberikan tempat tinggal.
3. Liburan mewah yang gagal

Sumber gambar: coconut.co
Begpacking merupakan representasi dari liburan mewah yang gagal.
Banyak dari mereka mengidamkan perjalanan kelas satu dan tinggal di hotel mewah.
Sayangnya, hal tersebut hanyalah angan yang tidak bisa didapatkan.
Oleh karena itu, banyak dari mereka yang pada akhirnya rela untuk melakukan apa saja demi bisa bepergian ke luar negeri walaupun hanya menggunakan bujet pas-pasan.
4. Thailand menjadi daerah favorit

Sumber gambar: hornet.com
Pesona Thailand ternyata menarik banyak begpacker datang ke sana dan berjualan apa pun demi dapat bertahan hidup.
Bahkan, ada juga lho yang menjual foto-foto perjalanannya ketika bepergian ke negara lain.
Pemerintah tidak tinggal diam ketika mengetahui banyak pelancong dengan gaya seperti ini masuk ke negaranya.
Oleh karena itu, mereka menerapkan sistem minimal keuangan (sekian ribu baht) apabila ingin mampir ke negara tersebut.
Apa tanggapan kalian mengenai fenomena ini bagaimana?
Coba dong share di sini.
