MENGENAL KEHIDUPAN PELAJAR DI KOREA SELATAN YANG KEJAM!
13 March 2018
Edit
Kalian yang sering mengeluh karena pelajaran dan tugas kuliah yang begitu banyak. Sebaiknya mulai sekarang kalian lebih bersyukur, karena kalian menjadi berada di Indonesia, bukan Korea Selatan.
Kenapa? Karena ternyata kehidupan para pelajar di Korea Selatan lebih kejam lho daripada di Indonesia. Sekejam apa sih? Coba kamu simak dulu ulasannya berikut ini.
1. Belajar hingga jam 11 malam untuk pelajar SMA

Sumber gambar: novaananda.files.wordpress.com
Kalau di Indonesia biasanya ada ‘Pendalaman Materi’ untuk siswa kelas 12. Tapi itu pun biasanya dilakukan di pagi hari sebelum masuk atau di akhir setelah pulang sekolah, tapi itu pun biasanya cuma sejam atau dua jam.
Nggak sampai harus belajar sampai jam 11 malam di sekolah, seperti yang di alami para siswa SMA di Korea ini.
Kalau di Indonesia sih nggak perlu belajar sampai tengah malam di sekolah. Bahkan kamu nggak perlu les juga, sekarang ini zaman udah canggih, ada banyak aplikasi belajar yang bisa kamu pakai di rumah.
2. Sekitar 25% siswa harus melakukan tes ulang Suneung

Sumber gambar: upstation.id
Untuk orang-orang yang mengikuti ujian masuk universitas lebih dari satu kali, mereka memiliki julukannya masing-masing.
Siswa yang mengambil tes dua kali disebut ‘Jaesoosaeng’ dan yang ketiga kalinya disebut ‘Samsoosaeng’.
Karena hal ini lah, banyak pelajar Korea yang merasa sangat malu jika gagal dalam ujian.
3. Korea Selatan menempati peringkat tertinggi dalam tingkat stres yang dialami anak-anak

Sumber gambar: inikpop.com
Bagi para pelajar di Korea Selatan, sekolah merupakan penjara. Para siswa selalu sibuk belajar sepanjang waktu.
Kehidupan mereka hanya dipenuhi belajar, belajar, dan belajar.
4. Beberapa pelajar dikabarkan hilang setelah melakukan tes Suneung

Sumber gambar: tribunnews.com
Kebanyakan guru di Korea Selatan mengatakan kalau ujian Suneung (ujian masuk perguruan tinggi) merupakan hidup dan mati mereka.
Ujian ini merupakan ujian pertama sekaligus terakhir, jika gagal, makan hidup mereka juga akan gagal, begitulan pandangan para siswa di Korea Selatan.
Padahal harusnya nggak kayak gini ya.
5. Maraknya bunuh diri di kalangan remaja

Sumber gambar: cdn.yukepo.com
Banyak pelajar yang merasa nggak berguna lagi jika gagal dalam mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Sehingga nggak sedikit dari mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada harus menanggung malu.
Gimana pendapat mengenai sistem belajar di Korea Selatan ini? Setuju atau sama sekali nggak setuju? Tulis di kolom komentar ya kalau kalian punya pendapat lain.
